Peran Pendidikan dan Lingkungan Terhadap Bakat Anak

Peran Pendidikan dan Lingkungan Terhadap Bakat Anak

Peran Pendidikan dan Lingkungan Terhadap Bakat AnakPada dasarnya perkembangan Manusia adalah dimulai saat ia diberikan stimulus baik sejak lahir, seperti dalam aliran Nativisme yang  berpandangan bahwa bayi itu lahir sudah dengan pembawaan baik dan pembawaan buruk. maksud dari pernyataan tersebut adalah manusia yang baik adalah manusia yang dilahirkan berdasarkan dimana ia dilahirkan jadi bakat yang terpendam dalam diri manusia adalah bakat yang ada sejak lahir, namun dalam pernyataan tersebut ada aliran Empirisme yang menyangkal  bahwa Aliran empirisme (aliran optimisme).Aliran empirisme mengutamakan perkembangan manusia dari segi empirik yang secara eksternal dapat diamati dan mengabaikan pembawaan sebagai sisi internal manusia. Dengan kata lain pengalaman adalah sumber pengetahuan, sedangkan pembawaaan yang berupa bakat tidak diakui.

Seperti dalam pemikiran John Locke (1632-1704). Manusia dilahirkan dalam keadaan kosong, sehingga pendidikan memiliki peran penting yang dapat menentukan keberadaan anak. Aliran ini melihat keberhasilan seseorang hanya dari pengalaman (pendidikan) yang diperolehnya, bukan dari kemampuan dasar yang merupakan pembawaan lahir.

Namun selepas dari pernyataan teori-teori yang menyatakan bahwa bakat manusia adalah dari lahir atau dari pengalaman, faktanya bakat diri manusia itu berbeda dalam perkembangannya, bakat memang ada sejak lahir namun bakat juga tercipta dari pengalaman atau hal yang seseorang sukai lalu ia tekuni itupun salah satu bakat dari diri manusia. semacam pelajaran dalam sekolah, tak serta merta peserta didik yang pintar sains ia berbakat sejak lahir. ataupun siswa yang tidak pintar dalam sains tidak bisa dikatakan bahwa ia tidak berbakat, tetapi bakat itu tidak hanya terjurus pada sesuatu hal yang umum dilihat, dalam hal ini mungkin siswa yang tidak pandai dalam bidang sains justru ia yang pandai dalam aspek sosial emosional dimana ia dapat mempunyai jiwa sosial yang tinggi. disinilah peran penting orang sekeliling untuk keberlangsungan bakat anak terjadi, seperti dalam pendidikan In Formal, salah satunya Pendidikan Keluarga ada pepatah yang mengatakan bahwa buah tak akan jatuh jauh dari pohonnya, pepatah itu memang kadangkala benar namun selepas apa kata pepatah ternyata masih banyak keberhasilan bakat baik tak hanya dari orangtua saja, tetapi ada kalanya dari lingkungan, pengalaman, sosial, dan dorongan psikis dari dirinya. Peran penting pendidik ditekankan, bukan hanya pendidik di sekolah, Orang tua pun dapat menjadi Pendidik anka-anaknya di dalam keluarga, seperti seorang ibu yang mengajarkan kata pertama pada bayi jika seorang ibu ingin menggali dan membiasakan bakat anaknya maka pendidikan anak yang diterapakan harus baik pula. Maka jika ingin menggali bakat baik, berikan stimulus yang baik, lingkungan yang baik dan pengalaman-pengalan yang baik karena sejatinya anak adalah peniru yang ulum.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


− 1 = 3