Dampak Kekerasan Seksual Terhadap Anak dan Tips Menanggulanginya

kekerasan seksual terhadap anak

Anak adalah Generasi yang dapat menjadi Investasi Masa Depan bagi Keluarga anak pula yan menjadi harapan bangsa dan Negara, Namun akhir-akhir ini seperti badai yang menyapu lautan maraknya kasus kekekerasan pada anak semakin mempuni, seolah menjadi cerminan dari setiap iklan-iklan dimasyarakat tentang kata yang menjadi slogan “Ramah Anak”  bahwa anak harus dilindungi karena begitu maraknya korban kekerasan anak baik dalam keluarga, Masyarakat maupun lingkungan sekitarnya. seakan lupa bahwa indonesia mempunyai pasal hukum yang mengatur tentang perlindungan anak seperti dalam pasal 28b ayat 2 menyatakan bahwa “Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminas”.

Nkekerasan seksual terhadap anakamun dari pasal tersebut masih banyaknya masyarakat yang menghiraukan bahwa Anak perlu dilindungi, selepas dari kasus-kasus yang beredar dimedia masa yang banyak membuat masyarakat iba, kejahatan-kejahatan terhadap anak banyak macamnya seperti kekerasan verbal, fisik, mental maupun pelecehan seksual, yang membuat lebih geram kasus-kasus kekerasan tersebut tak sedikit  dilakukan oleh orang terdekat. dampak dari kekerasan terhadap anak baik kekerasan verbal, fisik, mental maupun pelecehan seksual dapat berakibat pada masa depannya, dampaknya seperti  Agresif, sikap ini akan muncul jika anak mendapatkan kekerasan dan biasanya ditujukan kepada pelaku kekerasan namun sikap agresif muncul akibat mengalami kekerasan, Murung/ Depresi kekerasaan yang dialami oleh anak dapat berpengaruh terhadap gangguan psikisnya anak akan memiliki gangguan tidur dan makan, ia akan menjadi pemurung, pendiam dan terlihat kurang ekspresif, Mudah Menangis adalah sikap aanak karena dia kehilangan figur yang dapat melindunginya, kemungkinan saat ia dewasa ia tidak akan mudah percaya pada orang lain, yang terakhir sikap anak yang mengalami kekerasan dia jiga akan melakukan kekerasan terhadap orang lain. itu dampak yang terjadi ketika seorang anak mendapatkan kekerasan.

            Dari kekerasan terhadap anak, kekerasan seksual yang menjadi isu hangat akhir-akhir ini. kekerasan seksual adalah suatu perilaku dimana orang dewasa atau orang lain yang berusia lebih besar dari anak, menggunakan anak untuk memuaskan kesenengan seksualnya. para perilaku seringkali menggunakan kepercayaan anak atau kekuatan mereka untuk mengancam anak. fakta menyebutkan 1 dari 5 anak mengalami tindak kekerasan seksual dan kasus tersebut umum terjadi di masyarakat tanpa kita sadari. anak-anak sebagian besar menjadi korban orang-orang dikenalnya, kekerasan pada anak dapat terjadi pada semua kalangan budaya dan berbagai jenis keluarga, rentang umur 0-18 tahun baik laki-laki maupun perempuan merupakan usia yang beresiko mendapatkan kekerasan seksual.,

            Hal yang termasuk dalam kejahatan seksual adalah dengan sentuhan  seperti memegang bagian genital yang merupakan bagian privat (pribadi), menyuruh anak memegang genital orang lain, melakukan hubungan seksual atau meletakan bagian tubuh seperti jari, lidah, atau penis di bagian vagina, dubur atau mulut korban. adapun kekerasab tanpa sentuhan seperti mempertontonkan pornografi pada anak, memfoto anak dalam pose yang menunjukan organ seksual, mendorong anak untuk melihat atau mendengar aktivitas seksual. Umumnya para perilaku seksual sudah mengincar korban sejak lama, mereka membutuhkan waktu yang lama untuk mendapatkan kepercayan kepada korban. bersahabat dengan korban menjadi pilihan utama pelaku untuk melancarkan aksinya dari pada memaksa atau membujuk korban dengan iming-iming sesuatu, kadang kala pelaku mengancam bahwa hal buruk akan terjadi jika anak membicarakan kekerasan seksual tersebut.

            Inilah Tips jika anak menjadi korban kejahatan seksual diantaranya :

  • Yakin dan percaya pada apa yang dikatakan anak, dengarkan dengan tenang. karena jika orang tua menunjukan kemarahan akan membuat anak semakin takut bahkan akan menjadi menarik diri.
  • Yakinkan pada anak bahwa itu bukan salah mereka dan anak tidak akan mengalami kesulitan atau bahaya jika menceritakan peristiwa tersebut.
  • katakan pada anak bahwa orang tua bangga jika anak menceritakan kejadian tersebut pada anda.
  • berikan keyakinan bahwa mereka aman, dan tidak akan mengalami hal serupa lagi
  • jangan memaksa anak untuk menceritakan hal detail yang ia alami
  • usahakan rutinitas anak tetap aman nyaman.

Adapun Tips yang dapat ditekankan kepada anak agar terhidar dari kekerasan seksual seperti berikan arahan kalau sesuatu akan terjadi ia harus lari cepat ketempat yang ramai, teriak minta tolong, bilang ke orangtua atau orang dewasa disekitarnya. bagian tubuh pribadi (Mulut, Dada, Kemaluan, Pantat)  tidak boleh dilihat dan disentuh oleh sembarang orang. Bagian Tubuh Hanya boleh disentuh oleh Ayah/Ibu ketika memandikan, membersihkan sehabis buang air dan juga dokter ketika memeriksa dengan didampingi orangtua, Katakan tidak saat orang lain menyentuh bagian pribadi, atau menyurug buka baju didepannya, atau menunjukan bagian pribadi tubuhnya, atau menunjukan foto/film telanjang.

       Tips untuk orang tua :

  • mandikan + pakaikan baju anak sendiri, mandi dan berpakaian sendiri saat 3-5 tahun
  • selalu periksa kondisi tubuh anak
  • jangan biarkan orang tak dikenal menyentuh tubuh anak anda
  • sering mengobrol dan dengarkan anak
  • sering sayang dan berikan pelukan
  • berikan pakaian yang sopan
  • jangan suka memarahi dan menyalahkan anak
  • berkata baik dan lemah lembut.
  • Menjadi sahabat untuk anak

Selepas dari tips-tips diatas semoga dapat mengurangi angka kekerasan seksual terhadap anak dan dapat menjadi pembelajaran untuk masyrakat agar dapat menjaga dan bersama-sama melindungi anak.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


9 + 1 =